Berprestasi
Dengan Motivasi Tinggi
|
|
Salah satu kunci agar kita bisa
sukses hidup di dunia adalah motivasi. Makin besar motivasi kita untuk
memperbaiki diri dan maju, kemungkinan sukses pun akan kian besar. Motivasi seseorang sangat ditentukan oleh tingkat harapannya terhadap sesuatu.
Karena itu, ada tiga hal yang berkaitan erat dengan prestasi, yaitu :1. prestasi itu sendiri,
2. motivasi, dan
3. harapan.
1.
Orang terdahulu yang telah sukses
2.
Seminar
3.
Acara motivasi di TV
4.
Pengalaman
5.
Keadaan keluarga
6.
Selalu berfikir positif
7.
Keinginan untuk maju
Prestasi bisa diraih karena adanya motivasi dan motivasi akan tumbuh jika ada harapan dan dengan harapan yang telah ada kita akan berbuat sekuat tenaga untuk meraih cita- cita kita. Seseorang yang memiliki cita –cita yang tinggi tanpa berfikir sesuatu yang buruk (su’udzon) terhadap keberhasilan maka ia akan mendapat motivasi yang sangat tinggi dari cita – cita tersebut.Di era sekarang yang dibutuhkan tidaklah orang yang pandai saja tapi orang terampil karena orang yang pandai belum tentu terampil.
Keterampilan seseorang bisa didapat
dari ketekunan dan usaha yang keras dan gigih. Sekarang ini banyak orang sukses
bukan karena kepandaiannya saja tapi karena keterapilannya yang lebih ke
aplikasinya daripada pandai yang lebih ke teorinya tanpa bisa
mengaplikasikannya. Dan sesuatu yang lebih baik lagi adalah pandai tapi
terampil.
Sekarang ini banyak manusia lebih
sering mengeluarkan alasan ketimbang berbuat. Lebih mengkhawatirkan, semua itu
terlahir hanya untuk menutupi kemalasan dan kegagalannya.
Ketika ditanya, misalnya, "Mengapa Anda tidak kuliah?"
Jawaban yang sering muncul adalah tidak punya uang, atau karena orang tua tidak sanggup membiayai, minder, dan sebagainya. Padahal, jika seseorang mau berbuat, semua itu bisa disiasati. Bisa dengan cara berwirausaha, atau mendapatkan beasiswa.
Begitu pula ketika ditanya, "Mengapa tidak mencoba berbisnis?"
Jawaban yang sering terlontar terlihat fatalis: takut gagal, tidak punya modal, banyak saingan, dan sebagainya. Karena itu, jangan heran jika kita tidak pernah maju. Bagaimana mau maju, motivasi untuk maju saja tidak ada?
Ketika ditanya, misalnya, "Mengapa Anda tidak kuliah?"
Jawaban yang sering muncul adalah tidak punya uang, atau karena orang tua tidak sanggup membiayai, minder, dan sebagainya. Padahal, jika seseorang mau berbuat, semua itu bisa disiasati. Bisa dengan cara berwirausaha, atau mendapatkan beasiswa.
Begitu pula ketika ditanya, "Mengapa tidak mencoba berbisnis?"
Jawaban yang sering terlontar terlihat fatalis: takut gagal, tidak punya modal, banyak saingan, dan sebagainya. Karena itu, jangan heran jika kita tidak pernah maju. Bagaimana mau maju, motivasi untuk maju saja tidak ada?
Dari pernyataan tersebut sudah
tercermin bahwa kebanyakan masyarakat Indonesia terlalu pasrah dengan keadaan
yang ada, tanpa berfikir bahwa apabila kita terus berpandangan seperti ini
bangsa Indonesia tidak akan pernah maju dan akan tertinggal dan selalu
tertindas dari bangsa lain yang selalu berfikir maju kedepan.
Oleh karena itu kita harus memiliki
motivasi tinggi dan seharusnya kita bisa belajar dari orang terdahulu yang
sudah berhasil dan motivasi dia (orang terdahulu) untuk mencapai kesuksesan
tersebut.
Tetapi perlu diingat bahwa sebaik-baik
sumber motivasi adalah ridha Allah SWT. Prestasi tertinggi seseorang dalam hal
ini adalah mendapatkan surga. Sebaliknya, sumber motivasi terendah adalah
dunia. Bila motivasi seseorang hanya tertuju pada dunia, yakinlah bahwa hanya
kekecewaan yang akan ia dapatkan.
Seseorang yang berbisnis karena mencari dunia semata, akan kecewa bila bisnisnya merugi. Tapi bagi orang yang berbisnis karena Allah, setiap kegagalan bermakna pengalaman berharga untuk tidak jatuh dalam kegagalan serupa.
Ia juga akan menyadari bahwa semua terjadi karena izin Allah. Ia sadar bahwa keinginannya belum tentu sesuai menurut Allah. Tugasnya hanya meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, perkara hasil ada di tangan Allah sepenuhnya. Inilah hakikat motivasi menuju prestasi yang hakiki.
Seseorang yang berbisnis karena mencari dunia semata, akan kecewa bila bisnisnya merugi. Tapi bagi orang yang berbisnis karena Allah, setiap kegagalan bermakna pengalaman berharga untuk tidak jatuh dalam kegagalan serupa.
Ia juga akan menyadari bahwa semua terjadi karena izin Allah. Ia sadar bahwa keinginannya belum tentu sesuai menurut Allah. Tugasnya hanya meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar, perkara hasil ada di tangan Allah sepenuhnya. Inilah hakikat motivasi menuju prestasi yang hakiki.
Oleh : Rizka Rahmawati

0 komentar:
Posting Komentar