Sabtu, 25 Februari 2012


SHOLAT….DIANCAM NERAKA WEL..??

Nabi Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku dan sujudnya yang panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sholat merupaka ibadah rutin dan sesuatu yang rutin itu sering kali kehilangan maknanya. Sholat dilakukan karena kebiasaa, tanpa menghayati arti sholat. Sholat yang demikian akan diancam oleh Allah
dengan surah Al- Maun yang artinya :

“Neraka wel bagi orang yang sholat. Yaitu orang – orang yang lalai dalam sholatnya.”

Yang diperkuat dalam kitab Bidayatul Hidayah:

“Sholate kawulo iku diganjar cocok karo opo diangen- angen ora 1/6 utowo 1/10 sholat.

Oleh karena itu kita harus berusaha mengihsnkan (memperbaiki) sholat kita jamgan sampai sholat hanya berhenti pada gerak jasad dan bibir seperti sholatnya anak – anak kecil (tahap permulaan), tidak berlanjut pada gerak budi dan gerak hati.Sholat yang demikian jelas tidak fungsional menurut rohaniah.

Maka dari itu marilah kita berusaha mengajak jasad untuk bergerak dan bibir untuk berucap. Tapi lebih dari itu menyetir budi dan hati untuk hadir dalam sholat dengan memahami dan menghayati arti setiap bacaan dan makna setiap gerakan. Inilah proses menuju “ihsan” dalam sholat(ihsan : menyembah Allah seolah olah kita melihat Allah atau setidak tidaknya kita yakin Allah melihat kita) atau yang sering disebut dengan sholat khusyuk.

Hikam :
“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan yang tiada berguna “  (Al-Quran: Surat Al-Mu`minun )

Rasulullah SAW bersabda :
 “Ilmu yang pertama kali di angkat dari muka bumi ialah kekhusyuan”. (HR. At-Tabrani )

Ciri-ciri orang-orang yang sholatnya khusyu:

1.  Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas atau belum khusyu.
2.  Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.
3.  Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.
4.  Tertib dan disiplin, karena sholat sudah diatur waktunya.
5.  Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.
6.  Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan akhlaknya  Rasulullah.
7.  Tercegah dari perbuatan keji dan munkar, orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.

Orang yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran dalam dirinya.

Jika kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam beribadah jangan terhalang karena takut ria.

Inti dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah ciri ibadah yang disukai Allah.
Semoga kita dapat meningkatkan kualitas sholat kita yang dapat mengontrol perilaku kita danbenar – benar bisa membawa kita ke surga bukan membawa  kita keneraka. Amiin.


Oleh :Rizka Rahmawati


0 komentar:

Posting Komentar