SHOLAT….DIANCAM
NERAKA WEL..??
Nabi
Muhammad SAW dalam sholatnya benar-benar dijadikan keindahan dan terjadi
komunikasi yang penuh kerinduan dan keakraban dengan Allah. Ruku dan sujudnya
yang panjang, terutama ketika sholat sendiri dimalam hari, terkadang sampai
kakinya bengkak tapi bukannya berlebihan, karena ingin memberikan yang terbaik
sebagai rasa syukur terhadap Tuhannya. Sholatnya tepat pada waktunya dan yang
paling penting, sholatnya itu teraflikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Sholat
merupaka ibadah rutin dan sesuatu yang rutin itu sering kali kehilangan
maknanya. Sholat dilakukan karena kebiasaa, tanpa menghayati arti sholat.
Sholat yang demikian akan diancam oleh Allah
dengan surah Al- Maun yang artinya :
dengan surah Al- Maun yang artinya :
“Neraka
wel bagi orang yang sholat. Yaitu orang – orang yang lalai dalam sholatnya.”
Yang
diperkuat dalam kitab Bidayatul Hidayah:
“Sholate
kawulo iku diganjar cocok karo opo diangen- angen ora 1/6 utowo 1/10 sholat.
Oleh
karena itu kita harus berusaha mengihsnkan (memperbaiki) sholat kita jamgan
sampai sholat hanya berhenti pada gerak jasad dan bibir seperti sholatnya anak
– anak kecil (tahap permulaan), tidak berlanjut pada gerak budi dan gerak
hati.Sholat yang demikian jelas tidak fungsional menurut rohaniah.
Maka
dari itu marilah kita berusaha mengajak jasad untuk bergerak dan bibir untuk
berucap. Tapi lebih dari itu menyetir budi dan hati untuk hadir dalam sholat
dengan memahami dan menghayati arti setiap bacaan dan makna setiap gerakan.
Inilah proses menuju “ihsan” dalam sholat(ihsan : menyembah Allah seolah olah
kita melihat Allah atau setidak tidaknya kita yakin Allah melihat kita) atau
yang sering disebut dengan sholat khusyuk.
Hikam
:
“Sesungguhnya
beruntunglah orang-orang yang beriman yaitu orang-orang yang khusyu dalam
sholatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari perbuatan dan perkataan
yang tiada berguna “ (Al-Quran: Surat
Al-Mu`minun )
Rasulullah
SAW bersabda :
“Ilmu yang pertama kali di angkat dari
muka bumi ialah kekhusyuan”. (HR. At-Tabrani )
Ciri-ciri
orang-orang yang sholatnya khusyu:
1. Sangat menjaga waktunya, dia terpelihara dari
perbuatan dan perkataan sia-sia apa lagi maksiat. Jadi orang-orang yang
menyia-nyiakan waktu suka berbuat maksiat berarti sholatnya belum berkualitas
atau belum khusyu.
2. Niatnya ikhlas, jarang kecewa terhadap pujian
atau penghargaan, dipuji atau tidak dipuji, dicaci atau tidak dicaci sama saja.
3. Cinta kebersihan karena sebelum sholat, orang
harus wudhu terlebih dahulu untuk mensucikan diri dari kotoran atau hadast.
4. Tertib dan disiplin, karena sholat sudah
diatur waktunya.
5. Selalu tenang dan tuma`ninah, tuma`ninah
merupakan kombinasi antara tenang dan konsentrasi.
6. Tawadhu dan rendah hati, tawadhu merupakan
akhlaknya Rasulullah.
7. Tercegah dari perbuatan keji dan munkar,
orang lain aman dari keburukan dan kejelekannya.
Orang
yang sholatnya khusyu dan suka beramal baik tapi masih suka melakukan perbuatan
yang dilarang oleh Allah, mudah-mudahan orang tersebut tidak hanya ritualnya
saja yang dikerjakan tetapi ilmunya bertambah sehingga membangkitkan kesadaran
dalam dirinya.
Jika
kita merasa sholat kita sudah khusyu dan kita ingin menjaga dari keriaan yaitu
dengan menambah pemahaman dan mengerti bacaan yang ada didalam sholat dan dalam
beribadah jangan terhalang karena takut ria.
Inti
dalam sholat yang khusyu yaitu akhlak menjadi baik, sebagaimana Rosulullah
menerima perintah sholat dari Allah, agar menjadikan akhlak yang baik. Itulah
ciri ibadah yang disukai Allah.
Semoga
kita dapat meningkatkan kualitas sholat kita yang dapat mengontrol perilaku
kita danbenar – benar bisa membawa kita ke surga bukan membawa kita keneraka. Amiin.
Oleh
:Rizka Rahmawati

0 komentar:
Posting Komentar